Legal Analysis of Criminal Acts of Corruption by Village Government in the Paselloreng Dam Construction Project, Gilireng District

Authors

  • Andi Wahyuddin Nur Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Andi Bau Mallarangeng Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Putri Anisa Nurfadillah Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng

Keywords:

criminal liablity, Land Acquisition Corruption

Abstract

The purpose of this study was to determine the form of corruption committed by the village head in land acquisition for the construction of the Paselloreng Dam in Gilireng District and how the application of the elements of the crime to the actions of the perpetrators of corruption in the land acquisition of the project. The study used two methods, namely 1) normative legal research, by taking legal data sources and secondary data by processing data from primary, secondary, and tertiary legal materials, 2) qualitative research with field research, through observation and interviews with respondents. The results of this study indicate that the form of corruption committed by the perpetrators in land acquisition for the construction of the Paselloreng Dam is a criminal act of corruption that is detrimental to state finances or the state economy by abusing the authority, opportunity, or means available to him because of the position or position attached to him, as the power of attorney for the seller of the land the defendant did not convey the actual facts regarding the identity of the land buyer and the budget available in the land acquisition activity. The application of the elements of corruption committed by the perpetrators of land acquisition based on the decision of the panel of judges describes each element of the article contained in Article 3 of Law Number 31 of 1999 concerning the eradication of criminal acts of corruption. Which elements are linked to the facts revealed in court, both from the evidence and physical evidence.

References

Abdussalam, R. (2007). Sistem Peradilan Pidana. Jakarta: Restu Agung.

Ali, I., Mustafa, D. W., Magfirah, N. ., Lestari, W. D., Azzahra, F., Amran, A. S., & Ryan, M. (2024). Faktor Penghambat Peran Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Wajo Dalam Pengungkapan Dugaan Tindak Pidana Korupsi. Legal Journal of Law, 3(2), 21–27. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/legal/article/view/38.

Andi Bau Mallarangeng, Mustari, Firman, & Ismail Ali. (2023). Pembuktian Unsur Niat Dikaitkan Dengan Unsur Mens Rea Dalam Tindak Pidana Korupsi. Legal Journal of Law, 2(2), 11–24. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/legal/article/view/69.

Arief, Barda Nawawi. (2010). Kapita Selekta Hukum Pidana. Bandung: PT.Citra Aditya Bakti.

Atmasasmita, Romli. (2006). Sistem Peradilan Pidana, Perspektif Eksistensialisme dan Abolisionalisme. Bandung: Binacipta.

Abidin, Zainal. (2010). Hukum Pidana 1. Jakarta: Sinar Grafika.

Ali, Zainuddin. (2012). Hukum Pidana Islam. Jakarta: Sinar Grafika.

Anwar, Yesmil. (2013). Kriminologi. Bandung: PT. Refika Aditama.

Ariman, Rasyid dan Fahmi Raghib. (2105). Hukum Pidana. Malang: Setara press.

Adami Chazawi. (2001). Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa. Jakarta: Grafindo Persada.

Andi Hamzah. (2011). Hukum Acara Pidana di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Bambang Poernomo. (2008). Pola Dasar Teori Dan Azas Umum Hukum Acara Pidana. Jakarta: Liberty.

Bambang Purnomo. (2012). Orientasi Hukum Acara Pidana Indonesia. Yogyakarta: Amarta Buku.

C.S.T. Kansil. (2013). Pengantar Hukum Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Djoko Prakoso. (2005). Alat Bukti dan Kekuatan Pembuktian di Dalam Proses Pidana. Yogyakarta: Liberty.

Danil, Elwi. (2012). Korupsi Konsep, Tindak Pidana dan Pemberantasannya. Jakarta: Grafindo Persada.

Wirjono Prodjodikoro. (2002). Tindak-Tindak Pidana Tertentu di Indonesia. Jakarta: Refika Aditama.

S.Tanusubroto. (2003). Peranan Praperadilan dalam Hukum Acara Pidana. Bandung: Alumni

Hari Sasongko dan Lily Rosita. (2003). Komentar Kitab Undang-UndangHukum Acara Pidana. Bandung: Mandar Maju.

H.B. Sutopo. (2001). Metodolagi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Hendra Dwi Zulianto, dkk. (2013). Hubungan Jaksa dan Polisi dalam Teori Dan Praktek. Jogyakarta: Gramedia.

Ismail Ali. (2022). Implementesi Kewenangan Diskresi dalam Mendukung Tugas dan Fungsi Kepolisian di Polsek Tempe. Legal Journal of Law, 1(1), 1–20. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/legal/article/view/9.

Laden Marpaung. (2010). Tindak Pidana Terhadap Tubuh dan Nyawa (Pemberantasan dan Prevensinya). Jakarta: Sinar Grafika.

Lamintang. (2007). Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Moch. Faisal Salam. (2011). Hukum Acara Pidana Dalam Teori dan Praktek. Bandung: Mandar Maju.

Moeljatno. (2017). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Bina Aksara.

M. Yahya Harahap. (2000). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali. Jakarta: Sinar Grafika.

M.Yahya Harahap. (2012). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. Jakarta: Sinar Grafika.

Soerjono Soekanto. (2006). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press ).

Sudikno Mertokusumo. (2016). Perumusan Hukum Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Liberty.

Undang-undang No. 15 Tahun 2006, TentangPemeriksaan Keuangan

Undang-undang No. 1 Tahun 2004, Tentang Perbendaharaan Negara

Undang-undang No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan

Published

05/27/2025

How to Cite

Andi Wahyuddin Nur, Andi Bau Mallarangeng, & Putri Anisa Nurfadillah. (2025). Legal Analysis of Criminal Acts of Corruption by Village Government in the Paselloreng Dam Construction Project, Gilireng District. Legal Journal of Law, 4(1), 14–28. Retrieved from https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/legal/article/view/41

Issue

Section

Articles