Dissemination of Information on Land Dispute Resolution in Salobulo Village, Sajoanging District, Wajo Regency

Authors

  • Ismail Ali Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Yustiana Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Andi Wahyuddin Nur Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Husnul Khatimah Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Suparman Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Muh Nur Ariefky Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng
  • Ambo Ufe Institut Ilmu Hukum dan Ekonomi Lamaddukelleng

Keywords:

socialization, land disputes, wajo, salobulo

Abstract

Land disputes are issues that can disrupt social relations and community harmony. These problems generally stem from unclear land boundaries, incomplete documentation, conflicting histories of possession, inheritance divisions, and transfers of rights lacking adequate administrative support. An outreach program regarding land dispute resolution was conducted in Salobulo Village, Sajoanging District, Wajo Regency, to enhance community understanding of the causes of disputes, the importance of land documents, and resolution mechanisms involving deliberation and mediation. The program activities included presentations, interactive discussions, Q&A sessions, case studies, and explanations of the dispute resolution process at the village level. The results indicate that the community gained a better understanding of the various forms of land disputes, the function of land documents, and the role of the village government as a facilitator. Residents also recognized the importance of formally recording the outcomes of deliberations in official minutes to ensure clarity and prevent future disputes. Nevertheless, the resolution process still faces challenges such as incomplete documentation, conflicting witness testimonies, and the tendency of the parties involved to prioritize their own interests. Consequently, resolving land disputes requires a balanced approach combining legal and social perspectives to achieve legal certainty, fairness, and harmonious community relations.

References

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Jakarta: Sekretariat Negara.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Sekretariat Negara.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Sekretariat Negara.

Ismail Ali, Sulaeman, Andi Bau Mallarangeng, Fardhan Zafitra, Asmarani, & Irwan. (2026). Upaya Pencegahan dan Penyelesaian Sengketa Tanah di Kelurahan Mappadaelo, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo. Compile Journal of Society Service, 2(2), 32–39. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/compile/article/view/181

Ismail Ali, Sulaeman, Andi Wahyuddin Nur, Martono, Rusman, Tajuddin, A. M. ., & Zahrah Salsabila. (2025). Penyuluhan Hukum Tentang Sengketa Tanah di Kelurahan Cina Kabupaten Wajo. Compile Journal of Society Service, 2(2), 19–24. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/compile/article/view/120

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan. Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Harsono, Boedi. (2008). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.

Martono, Mustafa, D. W., Sinta, Andi Apriani Putri, Putri Nur Azizah, Dini Fitria Hartanti, Muh Yusran, & Ahmad Fauzan Syahbana. (2025). Menumbuhkan Kesadaran Hukum Melalui Sosialisasi Sengketa Tanah, Bangunan, dan Hak Waris di Desa Wewangrewu Kabupaten Wajo. Compile Journal of Society Service, 3(1), 84–89. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/compile/article/view/142

Martono, Hendra Sudrajat, Ardiansyah, Saskia Dwi Anggraini, Nurul Magfira, Anisa Pratiwi, Anugrah, & Muh. Fajar Alqadri. (2024). Penyuluhan Hukum Sengketa Tanah di Kelurahan Paria Kab. Wajo. Compile Journal of Society Service, 1(2), 16–22. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/compile/article/view/92

Parlindungan, A. P. (1999). Pendaftaran Tanah di Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Sulaiman, F., Fatahillah, & Putri, R. (2023). Sosialisasi sengketa dan penyelesaian sengketa tanah di Gampong Paloh Mambu Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara, 3(3), 138–144.

Sulaeman, Ismail Ali, Rusdi Kadir, Indra Purnama Ramadhan, & Dwi Cahyani. (2024). Penyuluhan Hukum Masalah Agraria atau Pertanahan di Kelurahan Sompe Kabupaten Wajo. Compile Journal of Society Service, 2(1), 21–26. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/compile/article/view/106

Soekanto, Soerjono. (2014). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: Rajawali Pers.

Published

23-09-2026

How to Cite

Ismail Ali, Yustiana, Andi Wahyuddin Nur, Husnul Khatimah, Suparman, Muh Nur Ariefky, & Ambo Ufe. (2026). Dissemination of Information on Land Dispute Resolution in Salobulo Village, Sajoanging District, Wajo Regency. Compile Journal of Society Service, 4(1), 10–18. Retrieved from https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/compile/article/view/183