Tinjauan Psikologi Hukum Terhadap Kematangan Emosi, Kontrol Diri dan Perilaku Agresif pada Anggota Polri dalam Menangani Huru Hara
Kata Kunci:
psikologi hukum, kematangan emosi, kontrol diri, perilaku agresif, huru haraAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kematangan emosi, kontrol diri, dan perilaku agresif pada anggota Polri dalam menangani huru hara; dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi emosi, kontrol diri, dan perilaku agresif pada anggota Polri dalam menangani huru hara. Penelitian tersebut dilaksanakan di Polres Wajo. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan cara wawancara dan penelitian pustaka. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode deduktif maupun induktif kemudian disajikan secara deskriptif. Data berupa hasil wawancara langsung dengan pihak terkait dah berupa produk hukum serta bahan bacaan yang berkaitan dengan objek kajian guna mempertajam dan memperdalam analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kematangan emosi dan kontrol diri merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku anggota Polri yang profesional dan berintegritas, terutama saat menghadapi situasi huru hara. Dengan meningkatkan kedua aspek ini, diharapkan anggota Polri dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih efektif, menjaga keamanan dan ketertiban, serta meminimalisir dampak negatif dari perilaku agresif; dan Faktor-faktor yang mempengaruhi emosi, kontrol diri, dan perilaku agresif anggota Polri dalam menangani huru hara sangat kompleks dan beragam. Beberapa faktor internal meliputi usia, temperamen, kematangan emosi, dan harga diri. Faktor eksternal mencakup pengalaman masa lalu, dukungan sosial, lingkungan kerja, dan tekanan tugas. Selain itu, kondisi seperti kurang tidur, stres, dan kurangnya pemahaman tentang tugas juga dapat memicu emosi yang tidak stabil dan perilaku agresif.
Referensi
Anderson, C. A., & Dill, K. E. (2000). Video games and aggressive thoughts, feelings, and behavior in the laboratory and in life. Journal of Personality and Social Psychology, 78(4), 772-790.
Asmoro, A. R., Matulessy, A., & Meiyuntariningsih, T. (2018). Kematangan Emosi, Kontrol Diri, dan Perilaku Agresif Pada Anggota Korps Brigade Mobil Dalam Menangani Huru Hara. 9(1), 39–48. https://doi.org/10.26740/JPTT.V9N1.P39-48
Berkowitz, L. (2004). Psychology of aggression in adulthood. Dalam N. J. Smelser & P. B. Baltes (Eds.), International encyclopedia of the social & behavioral sciences. Elsevier Science Ltd.
Fenanlampir, A., Saragih, S., & Pasca Rini, A. (2024). Agresivitas pada Anggota Polisi: Bagaiamana Peranan Kontrol Diri dan Agresivitas? 2(2). https://doi.org/10.30996/jiwa.v2i2.10549.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam Books.
Hidayah, N. (2022). Evaluasi Perilaku Anggota Polri Dalam Penanganan Huru Hara. Jurnal Psikologi dan Hukum, 15(2), 123-135.
Ismail Ali. (2022). Implementesi Kewenangan Diskresi dalam Mendukung Tugas dan Fungsi Kepolisian di Polsek Tempe. Legal Journal of Law, 1(1), 1–20. Diambil dari https://jurnal.lamaddukelleng.ac.id/index.php/legal/article/view/9.
Kaldewaij, R., Koch, S. B. J., Zhang, W., Hashemi, M. M., Klumpers, F., & Roelofs, K. (2019). High Endogenous Testosterone Levels Are Associated With Diminished Neural Emotional Control in Aggressive Police Recruits. Psychological Science, 30(8), 1161–1173. https://doi.org/10.1177/0956797619851753.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2021). Laporan Tahunan Tentang Kesehatan Mental Anggota Polri.
KBBI. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PN. Balai Pustaka.
Kepolisian Republik Indonesia. (2006). Perpolisian Masyarakat. Jakarta.
Komnas HAM. (2020). Laporan Tahunan Tentang Pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Lestari, R. (2022). Hubungan antara perilaku agresif dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Jurnal Ilmu Sosial, 10(1), 45-60.
Marzuki, P. M. (2010). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Miller, L. & Hess, K. M. (2017). Community Policing: Partnerships for Problem Solving. Cengage Learning.
Muhari. (2006). Norma-norma yang Menjadi Pandangan Hidup Demokratis. Surakarta: Powerpoint Project.
Mukarromah, E., (2008). Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan perilaku agresif pada Polisi Samapta di Polda Metro Jaya. Jurnal Psikologi, 6 (1), 39-50.
Nurhadi, A. (2019). Pengaruh kematangan emosi terhadap pengambilan keputusan anggota Polri. Jurnal Psikologi, 12(3), 200-215.
Padilla, K. E., & Fine, A. D. (2024). Hot, dumpster fire, mess: Police personnel perceptions of the current state of mental health in law enforcement. https://doi.org/10.1177/14613557241244959.
Prasetyo, B. (2022). Analisis psikologis terhadap tindakan anggota Polri. Jurnal Psikologi Hukum, 14(1), 78-89.
Rahmawati, S. (2022). Membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui pendekatan humanis. Jurnal Hubungan Masyarakat, 9(2), 134-145.
Sahardi Utama. (2007). Menapaki Jejak Reformasi. Jakarta: Era Grafindo..
Sari, R. (2021). Pengaruh kontrol diri terhadap perilaku anggota Polri dalam situasi huru hara. Jurnal Psikologi, 13(2), 150-165.
Setiawan, D. (2020). Kematangan emosi anggota Polri dalam penanganan konflik. Jurnal Psikologi dan Sosial, 11(2), 100-112.
Suryanto, Putra, M., G., B., A., Herdiana, I., & Alfian, I., N. (2012). Pengantar Psikologi Sosial. Surabaya: Airlangga University Press.
Wulandari, A. (2023). Dukungan psikologis bagi anggota Polri dalam penanganan huru hara. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 8(1), 50-65.
Yulihastin, E. (2008). Bekerja Sebagai Polisi. Jakarta: Erlangga.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


