Pelatihan Keprotokolan dan Master of Ceremony (MC) dalam Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Publik Masyarakat Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo
Kata Kunci:
keprotokolan, MC, public speaking, komunikasi publik, pemberdayaan masyarakatAbstrak
Kemampuan keprotokolan dan Master of Ceremony (MC) merupakan bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan yang tertib, komunikatif, dan profesional. Desa sebagai unit pemerintahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan formal maupun nonformal yang membutuhkan kemampuan pengaturan acara sekaligus keterampilan komunikasi di depan publik. Namun, keterbatasan pemahaman mengenai tata urutan acara, tata penghormatan, teknik pembawaan acara, pengelolaan vokal, serta kepercayaan diri menjadi tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo dalam bidang keprotokolan dan Master of Ceremony (MC). Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, simulasi penyelenggaraan acara, serta evaluasi dan umpan balik. Materi pelatihan mencakup prinsip dasar keprotokolan, tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, etika protokoler, penyusunan susunan acara, teknik vokal, artikulasi, intonasi, bahasa tubuh, pengelolaan suasana, dan praktik menjadi MC pada kegiatan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip dasar keprotokolan serta kemampuan praktik dalam memandu acara secara lebih terstruktur, percaya diri, dan komunikatif. Kegiatan ini juga menghasilkan pengalaman praktis bagi peserta untuk menangani kegiatan formal maupun sosial di tingkat desa. Pelatihan keprotokolan dan MC dapat menjadi salah satu strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia desa, khususnya dalam mendukung komunikasi publik dan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan serta kemasyarakatan
Referensi
Hardyanti, W., & Maro, R. K. (2021). Penguatan kompetensi komunikasi melalui pelatihan public speaking dan pembentukan komunitas public speaker. Jurnal Abdimas, 25(1). https://doi.org/10.15294/abdimas.v25i1.23244
Kasmita, M., Wafiqah, S. S., Seppa, Y. I., Tadampali, A. C. T., & Khaeruddin, F. (2024). Pelatihan public speaking untuk membangun kepercayaan diri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(3). https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i3.908
Leksono, W. T., & Hadiati, T. L. (2022). Pelaksanaan kebijakan keprotokolan oleh sub bagian protokol dalam mewujudkan efektivitas tugas-tugas protokoler kepala daerah. Jurnal Media Administrasi, 7(1), 55–62. https://doi.org/10.56444/jma.v7i1.64
Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.
Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Putri, N. S., Safitri, A. D. A., Yulaeha, S., Yasmin, C. I. S., Hibatullah, A., Azahra, L. A., Rahmadani, M. N. M., Andiyansari, P., & Karim, A. M. (2026). Membangun kepercayaan diri dan keterampilan komunikatif anggota PIK-R melalui pelatihan public speaking dan master of ceremony. Penamas: Journal of Community Service, 6(1), 131–140. https://doi.org/10.53088/penamas.v6i1.2749
Rachmawati, A. R., Martono, S., Wartini, S., Permana, M. V., & Sutrasmawati, E. (2025). Building soft skills for village officials: A simulation-based public speaking training approach. Indonesian Journal of Devotion and Empowerment, 1(1). https://doi.org/10.15294/ijde.v1i1.32770
Wulandari, J., & Djausal, G. P. (2024). Peningkatan kompetensi keprotokolan dan master of ceremony pada anggota organisasi wanita dengan metode CPDL. Jurnal Abdimas BSI, 7(1).


